Je Suis Marisa...

Hello, I'm Marisa...an ordinary teenager who still doesn't know what would she be in the next ten years...like everybody does, hahaha

Well, I don't know how to write a blog properly,

I just want to share my thoughts, life experiences, and my passions here...so just read! :)


Tampilkan postingan dengan label Marisa's World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marisa's World. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2009

Sour Sally Vs. Heavenly Blush

Setelah membuka beberapa cabang di Jakarta, toko frozen yoghurt dari USA Sour Sally kedatangan pesaing. Namanya Heavenly Blush. Jujur saya adalah penggemar berat frozen yoghurt. Sebenarnya itu adalah pelarian saya untuk menghindari es krim. Berhubung saya memiliki masalah dengan berat badan, jadi ya apa boleh buat, hahaa...

Sour Sally adalah frozen yogurt fat free yang disajikan dengan beberapa topping yang dipilih sesuai selera pelanggan. Wajar saja jika yoghurt ini bebas lemak dan kalori, karena rasanya sangat ringan dan menyegarkan. Saya pribadi sangat menyukai rasa original dengan topping stroberi, peach, dan blueberry jam. Namun, saya tidak bisa menikmatinya setiap saat karena letaknya yang cenderung jauh dari rumah saya, yaitu Senayan City (saya biasa membeli disana).

Tidak disangka, sebuah toko frozen yoghurt sejenis Sour Sally bernama Heavenly Blush buka di PIM, yaitu mall yang hampir saya kunjungi tiap minggu karena berbagai kepentingan. Senang bukan main, hari ini saya memutuskan untuk mencobanya. Toko nya terletak di restaurant row PIM 2 bekas Daily Bread dulu. Berbeda dengan Sour Sally yang nuansa toko nya cenderung berwarna hijau. Toko Heavenly Blush cenderung bernuansa pink. Saat melihat menu saya merasa bingung. Karena banyak sekali pilihan jenis yoghurt yang ditawarkan. Ada yang flavor terdiri dari rasa green apple dan delima. Kemudian ada yang original. Lalu ada pula yang zero (sugar free). Selain itu terdapat juga pilihan twist. Bingung memilih yang mana saya memilih rasa green apple size medium. Saat akan memilih topping, ternyata topping nya pun dibeda-bedakan, normal dan special. Makin bingung pula saya. Akhirnya saya memilih topping normal stroberi dan peach.  Saat membayar, harganya pun terasa lebih mahal. Saya harus merogoh 36 ribu rupiah untuk segelas yoghurt medium size dengan 2 topping. Padahal jika di Sour Sally, dengan 36 ribu saya bisa mendapatkan segelas yoghurt size medium dengan 3 topping. 



Saya bersama teman-teman mencoba Heavenly Blush

Saat mencobanya, yoghurt nya terasa enak dengan sedikit rasa green apple. Namun, topping nya cenderung 'pelit' karena stroberi nya dipotong kecil-kecil sekali. Selain itu, buah peach nya juga terasa tidak fresh, sangat terasa buah kalengan. Setelah menghabiskannya, mulut saya terasa kurang enak karena rasa green apple nya terasa mengecap. Kemudian, setelah saya perhatikan yoghurt Heavenly Blush ini juga cenderung lebih beku, berbeda dengan Sour Sally yang mudah cair. Yang ada di pikiran saya, jika es krim yang lebih lama beku artinya kandungan fat nya cukup tinggi. Tapi saya tidak tahu benar atau tidak teori saya tersebut, haha. Jadi kesimpulannya saya lebih suka dengan Sour Sally baik dari segi rasa maupun harga... :D



Suasana latar toko Heavenly Blush

Selasa, 30 Desember 2008

How Do You Feel

"How do you feel if someday you had to be separated from your siblings?" 
"How do you feel if someday you had to choose who you're going to live with?" 
"How do you feel if someday you had to face financial problem?"
Ok, those questions are related to the main question :

"How do you feel if someday your parents decided to end their marriage (divorce)?"

Well, let's see this as a social phenomenon. Nowadays, divorce is not a taboo thing anymore. People tends to take that decision easily. They get married, and then a few months or years later they go to court to end their marriage. Principle difference is the most common reason. 

Maybe it's easy to fall in love, but it's not easy to keep love last. Marriage is not a game, so, making a commitment is not a simple thing. Saying 'ijab kabul' isn't like making a business contract, it's a swear that you'll bring until the end of your life. Divorce would makes greater impacts to your children (if you had children). They will have emotional pressure or even stress that they shouldn't have at their age. 

So, this makes me think, 
love needs consideration
love+logic=~
love+nothing=0
What do you think about that?


Tom Yam Fried Noodles

Ok, this recipe is one of my best recipes. This is my own creation. I combined tom yam soup recipe and fried noodles basic recipe. And the result was just so delicious!. When i was on the 11th grade, i sold this to my school friends. They liked it, even the teachers, haha. Okay, here is the recipe:

Bahan :

· Mie telor lebar 200 gr

· Telur 2 bh

· Kemiri 4 bh

· Cabe merah keriting 8 bh

· Cabe merah besar 2 bh

· Bawang putih 6 bh

· Bawang merah 4 bh

· Jahe 5 cm

· Daun kemangi 15 gr

· Serai 1 btg

· Daun jeruk 8 lbr

· Cumi 30 gr

· Udang 30 gr

· Ayam 30 gr

· Kol putih 50gr

· Paprika hijau 30 gr

· Kecap manis

· Kecap ikan

· Sambal botol

· Minyak untuk menumis

· Garam secukupnya

· Merica secukupnya

Cara :

· Rebus mie selama ± 5 menit, tiriskan

· Potong cumi kotak-kotak, kupas udang, lalu campur keduanya dengan garam, merica, dan larutan tepung maizena, kemudian rebus sebentar, tiriskan

· Haluskan bawang putjh, bawang merah, cabai merah keriting, kemiri, dan jahe, lalu tumis dengan minyak secukupnya

· Masukkan serai dan daun jeruk, masak hingga bumbu harum dan matang

· Tambahkan sedikit air, masukkan kecap ikan, sambal botol, dan kecap manis

· Masukkan seafood dan ayam, masak hingga matang

· Masukkan kol yang sudah diiris halus dan direbus, lalu cabe merah besar dan paprika hijau yang sudah diiris

· Masukkan mie, aduk hingga rata

· Tambahkan daun kemangi

· Tambahkan merica dan garam secukupnya

· Sajikan

Resep Mashed Potato Sakti Marisa


Bukan foto asli, berhubung ga pernah foto masakan sendiri, haha

Marisa emang adalah seseorang yang ga jelas. Semuanya di-embat (dilakuin), ya make-up, desain baju, masak pun iya. Sebelum2nya kan gw udah posting beberapa tentang fashion dan make-up, oke sekarang gw mau share kemampuan masak gua, haha.

Salah satu resep andalan gw adalah resep mashed potato a.ka kentang pure. Ga ngerti kenapa temen2 gw tergila2 sama masakan gw satu ini. Jadi, biar gausah repot2 memohon ke gw untuk minta dibikinin (secara gw lagi off dari dunia permasakan gw), gw kasih resepnya aja...Selamat Mencoba!

Bahan :

· Kentang 1kg

· Butter 150gr

· Susu 220ml

· Garam

· Merica

· Bawang bombay 50 gr, cincang halus

Gravy :

· Bawang bombay 100gr, cincang halus

· Butter 2sdm

· Tepung terigu 50 gr

· Daun bawang 1 btg

· Kaldu blok 8bh

· Air 1,5ltr

Cara:

· kupas kentang, rebus sampai empuk

· Hancurkan kentang sampai halus

· Tambahkan butter dan susu perlahan-lahan

· Masukkan bawang bombay

· Tambahkan garam dan merica

· Untuk gravynya, tumis bawang bombay dengan butter sampai harum

· Maukkan tepung, aduk sampai berwarna kecoklatan

· Masukkan larutan kaldu blok

· Aduk lalu tambahkan batang daun bawang

· Tambahkan garam dan merica

· Sajikan

Minggu, 28 Desember 2008

MOS Burger's New Branch Has Opened In Jakarta


Jakarta memang sudah menjadi sarang retail perusahaan-perusahaan top internasional. Tidak hanya perusahaan retail fashion, ternyata retail perusahaan food and beverage atau f&b pun ikut menggurita. Setelah kehadiran kembali Burger King yang sempat menghilang beberapa tahun di Jakarta, kali ini perusahaan fast food Jepang populer, MOS Burger membuka cabangnya di Jakarta untuk pertama kalinya di Plaza Senayan.

MOS Burger yang namanya merupakan singkatan dari Mountain, Ocean, and Sun ini telah lama berkreasi dengan burger a la jepang nya. MOS Burger telah membuka cabang nya di Jepang sendiri, Taiwan, Singapura, dan Jakarta. Menu andalan MOS Burger ini adalah rice burger nya yang cukup melegenda.



The Popular Yakiniku Rice Burger

Grand opening MOS Burger Jakarta tanggal 22 Desember kemarin cukup menarik perhatian masyarakat Jakarta. Saya pun juga tertarik untuk mencobanya. Saya pergi kesana pada hari itu namun memutuskan untuk tidak pergi pada jam makan siang karena saya tahu pasti ramai sekali. Benar saja, teman saya yang kesana pukul 12 siang mengirim SMS bahwa MOS Burger penuh diramaikan pengunjung. Akhirnya saya pergi kesana sekitar pukul 4 sore. Restoran terlihat cukup lengang. Terlihat beberapa pegawai berkebangsaan Jepang. Menurut informasi, pegawai dan manager MOS Burger sengaja didatangkan dari Jepang ke Jakarta untuk mengontrol kualitas di sini.

Saya pun memesan 2 meal set yang terdiri dari burger, fries, dan minuman. Saya membeli Teriyaki Chicken Burger seharga Rp. 36.000 dan MOS Cheese Burger Set seharga Rp. 34.000 dibawa pulang. Sambil menunggu pesanan saya duduk di meja. Suasana restoran terkesan klin dan nyaman, sama sekali tidak terkesan seperti restoran fast food. Saya pun melihat sekeliling. Banyak orang Jepang yang makan disana. Setelah pesanan saya datang, saya langsung beranjak pergi. Sesampai di rumah saya mencicipi burger yang saya beli. Fries MOS Burger terasa berbeda dengan fries restoran fast food lainnya. Kentang nya cenderung lebih besar dan tidak terlalu asin. Lemon Tea yang saya pesan juga terasa berbeda, terdapat potongan buah lemon asli di dalamnya dan rasa teh nya sangat kuat. Chicken Teriyaki Burger yang saya pesan ukurannya cukup besar, daging ayamnya sangat tebal ditambah potongan daun letuce, rasanya pun nikmat. Sedangkan MOS Cheese Burger ukurannya lebih besar lagi, terdapat lapisan keju, daging sapi yang sangat tebal, serta saus daging, rasanya juga tidak kalah enak. Saya pribadi lebih suka dengan Chicken Teriyaki Burger nya.



MOS Cheese Burger and Chicken Teriyaki Burger

Dibukanya MOS Burger di Jakarta ini menambah pilihan masyarakat terhadap restoran fast food. Dan ini juga sekaligus pertanda bahwa Jakarta mulai menjadi cengkraman Fast Food Nation...



Sabtu, 27 Desember 2008

Photo Shoot Melelahkan

Hmm...liburan gini emang paling bingungin. Ga mungkin setiap hari pergi keluyuran buang2 duit. Lagipula gw lagi tongpes gara2 minggu lalu beli MOS burger (baru buka di Jakarta, so sebagai masyarakat normal gw penasaran pengen nyoba) ditambah lagi gw beli 2 majalah sekaligus (SwankGlossy sama a+). Gw kalo emang soal kuliner sama majalah fashion ga bisa nahan diri buat ngluarin duit. Hasilnya gw bo to the kek di akhir tahun 2008 ini, haha...

Jadi, gw dan my partner in crime, Rissa memutuskan untuk mengadakan photo shoot. Berhubung kami sudah lamaaa sekali tidak foto. Kita kangen juga lama2. Rissa tangannya gatel pengen motret, gw gatel pengen coret2 muka model alias make up. Kita juga ngajak teman fotografer kita yang udah lama bgt ga ktmu, si Pare. Akhirnya kemarin pagi2 gw ke rumah rissa dengan bawaan kaya orang mau pindahan. 1 tas make up, 1 tas celfit yang isinya 2 lampu neon, sepatu, dan hair dryer, kemudian 2 baju rancangan gw, dan beberapa properti lainnya. Berat bangau...

Photo session kali ini tadinya gw mau make 2 model, Syaza dan Tsasya. Tapi berhubung Tsasya gabisa jadi ya cuma Syaza. Padahal gw udah bikin konsep, hiks..Tapi gapapalah masih mending ada model, daripada ga ada model mau foto syapa? Supirnya Rissa? hahah.

Gw bikin konsep emang sengaja untuk close up photo. Gw bikin 3 konsep. Pertama gw mau bikin semacam peacock lady, terus gw mau bikin face painting (terinspirasi dr sbuah majalah), dan yang ketiga gw mau bikin semacam broadway lady. Tapi...hal ga disangka terjadi, properti andalan gw untuk konsep broadway lady (red feathers) basah terkena air, hiks...akhirnya dibatalkanlah konsep itu :(. Selain 3 konsep itu gw juga mau foto si model dengan 2 baju rancangan gw. Itung2 promosi karena 2 baju itu mau gw lelang, haha.

Photo session kali ini bener2 photo session paling melelahkan yang pernah gw alamin. Bayangin aja 4 sesi dalam satu hari. Udah gitu, tadinya kan yang mau ngurus lighting temen gw si Pare. Eh, dia datengnya telat banget. Walhasil gw jadi tukang lighting mendadak dengan pengetahuan per-lighting-an gw yang nol ini. Dan ternyata lighting amatir dengan neon itu ga gampang. Gw mesti naik2 ke alat fitness rissa (berhubung ga ada kursi disana) buat lighting-in si model. Bener-bener cape...Tapi diluar itu gw melaksanakan job gw sperti biasa, make up dan choreo. Gw seneng ngarahin Syaza. Pertama, dia bisa eksplor gaya. Sekali gw arahin dia bisa langsung nangkep, dan pose nya dia ga setengah2. Hebat dia, bakat jadi model, hahaa...



Hasil make-up gw untuk konsep Peacock Lady dan hasilnya setelah difoto



Hasil face painting gw dan hasilnya setelah difoto



Hasil make-up sederhana gw untuk promosi b
aju rancangan gw, hehee :P

Behind the frames...



Overall gw cukup puas sama photo shoot kali ini. Gw paling puas sama make up peacock lady, paling puas sama choreo yang di kursi, sama gw paling puas sama foto close up yang ada uler di muka syaza, hahahah...

Jumat, 26 Desember 2008

Talkin' About Fashion and Style

Well, i'm a type of person who concern about fashion and style. But, i'm not dying for fashion, hahaha. Honestly, i don't really understand about haute fashion world. I don't memorize those famous designers. I only know some of them who has designs that could really make me stunned. Let's say Lanvin, Stella McCartney, Coco Chanel, Karl Lagerfield, etc. And for local designer, i really adore Biyan!. Oh man, his designs are hypnotyzing me...I don't know, every details on his designs are just looked so perfect, like there are no mistakes and odd parts. His designs are so brilliant!, he could choose the right fabric for the right design. He could also choose the right color for the right design. He always play on pleats, buttons, wrinkles, patterns, and beads. So amazing...



Some of Biyan's Collections

I don't want to be a fashion designer actually. I'm a conservative person who think 'I won't take arts for my formal education, I only take economics, law, engineering, architect, and some other mainstream majors'. But i have enough passion on this for sure. I love designing clothes. I have my own taste. So i transfer my creativity on the paper. Basically i have classy taste. I don't like too much details and colors. So I use brown, grey, black, broken white, creme, and other dark colors on my designs. I also make simple designs. I try to make simple elegant dresses, tops, and bottoms. I don't want to make my designs looked cheap. So i put some pattetns and details on them. Well, those designs are only drawn on the paper. I haven't make the real clothes until i took fashion class at my school. I had to make 2 clothes that taken from my own designs for my final project. I still had to ask a tailor to make them cause i can't saw dude...hahahha. So this is the result :


Kamis, 25 Desember 2008

My Friends's Faces Are Canvases

Itung-itung hobi...ya inilah hasil tangan amatiran gw... :)



Crossover Jazz

Jazz, anak muda Jakarta saat ini sedang dilanda demam genre musik ini. Sebut saja nama Maliq and d'essentials, 21st Night, Soulvibe, Dimi, dll. Band-band tersebut juga sebenarnya bukan band yang mengusung genre pure jazz, mereka terdengar lebih ke arah pop jazz. Tapi apa mau dikata, mereka sudah dikenal sebagai musisi jazz di kalangan anak muda. Sedangkan musisi-musisi jazz asli, hanya segelintir orang yang bisa benar-benar menikmatinya. Kehadiran event musik raksasa seperti JavaJazz dan JakJazz merupakan sebuah sarana yang sangat bagus untuk mentransmisikan musik Jazz ini ke kalangan masyarakat. Jenis-jenis musik jazz yang ditawarkan juga beragam. Mulai dari pop jazz, swing, bebop, dixieland, dll.

Sebuah sub genre yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat adalah Crossover Jazz. Dan baru 2 tahun terakhir ini event JakJazz mulai memperkenalkan sub genre ini dengan menghadirkan Bugz in The Attic pada tahun 2007 dan Kyoto Jazz Massive pada tahun ini. Bahkan tahun lalu sudah dibuat event Jakarta Crossover Jazz Festival. Namun ternyata animo masyarakat terhadap event tersebut masih sangat kurang karena banyak sekali masyarakat Jakarta yang belum mengenal jenis musik ini. Pada dasarnya, crossover jazz ini adalah musik jazz yang dikemas secara berbeda dengan berbagai macam improvisasi. Kita tidak bisa mengkotak-kotak an secara khusus yang mana artis crossover jazz dan yang mana yang bukan. Karena musisi seperti Spyro Gyra pun yang terdengar di telinga kita sangat jazzy ternyata bisa digolongkan sebagai musisi crossover jazz. Tapi disini kita akan membahas crossover jazz yang bisa dikatakan benar-benar crossover. Yang ada di otak saya, crossover jazz adalah musik jazz yang dikemas dengan sentuhan beat-beat yang bisa dinikmati dengan goyangan maupun hanya anggukan kepala.

Musisi crossover jazz kebanyakan datang dari Jepang dan Eropa. Sebut saja Jazztronik(Japan), Kyoto Jazz Massive(Japan), Jazzanova(Europe), The Baker Brothers(Europe), Tortured Soul(USA), dan masih banyak lagi. Melodi-melodi yang mereka bawakan menurut saya pribadi sangatlah brilian.


Shine - Kyoto Jazz Massive

Musisi crossover jazz Indonesia sendiri masih belum banyak. Yang paling dikenal adalah Andezzz, SisterDuke, dan beberapa band lain yang masih belum dikenal. Namun sudah ada wadah kecil tempat berkumpulnya para pecinta musik crossover jazz ini yaitu Indonesia Crossover Jazz Community. Komunitas ini masih seumur jagung dengan anggota aktif yang bisa dihitung dengan jari, termasuk saya di dalamnya. Komunitas ini aktif di facebook group dan baru saja meluncurkan website nya. Komunitas ini juga meluncurkan downloadable digital magazine yang sudah terbit 2 edisi.

http://www.facebook.com/group.php?gid=9402505107&ref=ts
http://www.indocrossoverjazz.com/

The Buddha is Coming to Town!

Sekitar satu minggu yang lalu, saat gw sedang browsing2 internet tiba2 gw menemukan sebuah foto yang lokasi nya adalah di Buddha Bar. Pertama kali gw kira itu Buddha Bar Paris atau dimanalah gtu. Ternyata eh ternyata itu Buddha Bar di Jakarta! Rasa penasaran gw pun tergugah. Gw cari2 di google ternyata eh ternyata lagi Buddha Bar emang udah buka di Jakarta!. Gw seneng banget, maklum gw ini adalah pecinta musik2 Buddha Bar. Selain itu gw juga selalu haus sama dunia kuliner. Gw pun mengontak teman gw tercinta, Buli dan mengajaknya pergi kesana. Dia pun juga teramat girang. Dan akhirnya kita memutuskan pergi kesana.

Buddha Bar pertama kali dibuka di Paris oleh Raymond Visan pada tahun 1996, dan kini 12 tahun berselang, tempat yang memiliki interior unik ini sudah ada di berbagai kota besar dunia seperti London, New York, Dubai, Sao Paolo, Kiev, Cairo dan Beirut. Bar yang amat dikenal karena “ramuan” musiknya yang eksotis, mistik dan relaxing ini mengambil lokasi di jantung kota Jakarta, tepatnya di Jalan Menteng di sebuah bangunan megah bersejarah peninggalan kolonial Belanda.

*Supaya kesannya asik, gw akan menggunakan bahasa baku. Baku mode : ON

Sabtu sore saya mengajak 2 orang teman saya utnuk pergi ke Buddha Bar, Buli dan Rissa. Kami pergi sekitar jam 7 malam berhubung Buddha Bar sendiri baru buka pukul 6 sore. Sebenarnya tujuan kami pergi kesana adalah untuk mengobati rasa penasaran kami. Menurut website dan beberapa review yang saya baca di internet pengunjung harus berdandan rapi. Jadi, saya dan teman-teman sedikit dress up saat pergi kesana.

Buddha Bar Jakarta terletak di Jalan Teuku Umar 1, Menteng. Tidak sulit untuk menemukannya. Dari kejauhan terlihat bangunan bergaya vintage dengan lighting merah yang sangat indah. Bangunannya terletak di hook sehingga terlihat sangat megah. Kami pun langsung yakin itu adalah tujuan yang kita maksud, Buddha Bar. Saat turun dari mobil kami langsung disambut oleh para sekuriti lengkap dengan ht di telinga mereka. Kami pun langsung diantar masuk ke dalam. Di dalam saya disambut oleh seorang receptionist yang saya tidak tahu kebangsaannya apa. Karena saya langsung ditanya "Have any reservations?". Saya langsung menjawab "No". Kemudian saya ditanya lagi "Want to go to the restaurant or the lounge?". Karena saya tidak lapar dan kebetulan tidak membawa uang banyak saya jawab "Lounge". Kami pun diantar ke dalam oleh seorang pelayan. Suasana redup remang-remang dengan lighting merah dan biru langsung menyambut kami. Terdengar track lagu Buddha Bar yang sangat khas. Terlihat bar di sebelah kiri dan sofa-sofa unik di sebelah kanan. Ditambah lagi dengan dekorasi khas Buddha Bar yang memuaskan ekspektasi saya. Sayangnya semua sofa tertulis reserved. Akhirnya kami duduk di teras luar.

Kesan remang-remang masih menyelimuti saat duduk di teras luar. Teras ini mengahadap ke sebuah taman yang dipenuhi pohon-pohon tropis eksotik dengan lighting yang indah. Kami pun memilih duduk di sofa. Terdapat lilin kecil di meja dan tercium wangi dupa. Seorang pelayan dengan pakaian khas cina menghampiri kami dan memberikan menu. Di menu minuman, terlihat daftar menu wine, coffee, beer, cocktails, mocktails, dan lain-lain. Saya pun memilih untuk memesan mocktail. Terdapat 2 jenis mocktail yang namanya sangat menarik, Buddha's Mix dan yang satu lagi namanya saya lupa karena sulit. Karena Buddha's Mix nya masih kosong, saya pun memesan mocktail yang satu lagi. Mocktail yang saya pesan adalah campuran jus markisa, stroberi, dan leci. Harganya Rp.45.000 per gelas. Saya juga ditawari menu sushi. Harga sushi yang dibanderol tergolong mahal. Saya pun memesan Spicy Salmon Sushi dengan harga Rp.55.000.

Sambil menunggu pesanan datang saya mengobrol dengan teman saya sambil menikmati alunan lagu khas Buddha Bar yang eksotis. Tapi saya sedikit terganggu dengan suara kereta yang lewat. Setelah beberapa lama, pesanan mocktail saya datang. Rasanya benar-benar enak, saya sangat menyukainya. Tidak lama setelah itu, pesanan sushi saya juga datang. Rasanya menurut saya pribadi biasa saja. Tidak ada rasa spicy seperti yang saya harapkan. Rasanya masih kalah dengan sushi di restoran sushi yang sekarang sedang hip di Jakarta. Sambil menikmati pesanan, saya melihatlihat sekeliling. Banyak kalangan ekspatriat yang mengunjungi tempat ini. Selain itu banyak juga orang-orang yang terlihat berkelas datang.

Sebuah kebiasaan, saya selalu mengecek kamar mandi sebuah restoran atau lounge yang saya datangi. Kamar mandi Buddha Bar memang tidak seunik yang saya harapkan. Suasana warna emas, hitam, dan merah mendominasi. Kaca dengan bingkai emas serta dinding yang terbuat dari kulit cukup memberi kesan sangat mewah.

Setelah membayar bill kami pun beranjak pergi. Rasa penasaran kami sudah terobati. Satu kesan saya setelah mendatangi Buddha Bar : Tempat ini cukup menghipnotis